Jembatan Karsa PNUP dan PLN Bosowa Jeneponto, Menata Masa Depan Alumni Vokasi di Sektor Energi

pimpinan manajemen PT PLN Bosowa Jeneponto hadir membawa pintu kesempatan bagi para wisudawan PNUP. General Manager PLTU Jeneponto, Albert Hadith Pramono, didampingi Manager Administrasi dan Umum Rudy Haryanto serta Ilham dari Staf Rendal Operasi, datang mengetuk pintu kampus untuk merajut sinergi yang nyata.

NETSULSEL | Makassar, Di salah satu sudut Kampus 1 Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Sabtu, 5 September 2026, atmosfer ruang kerja Wakil Direktur IV bergetar oleh sebuah kehangatan yang menjanjikan. Sebuah ruang pembicaraan hangat berlangsung bukan sekadar perihal angka kuota atau lembar kelulusan, melainkan tentang penataan masa depan anak-anak bangsa yang telah menimba ilmu di kawah candradimuka pendidikan vokasi.

​Hari itu, pimpinan manajemen PT PLN Bosowa Jeneponto hadir membawa pintu kesempatan bagi para wisudawan PNUP. General Manager PLTU Jeneponto, Albert Hadith Pramono, didampingi Manager Administrasi dan Umum Rudy Haryanto serta Ilham dari Staf Rendal Operasi, datang mengetuk pintu kampus untuk merajut sinergi yang nyata.

​Di hadapan Wakil Direktur IV PNUP Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr. Nurhayati, S.Si., M.T., sebuah gagasan besar disampaikan dengan mantap. PT PLN Bosowa Jeneponto membuka pintu rekrutmen yang menyasar tiga pilar keahlian utama: Teknik Elektronika, Teknik Pembangkit Energi, dan Teknik Konstruksi Sipil.

​”Kami berharap kerja sama dengan PNUP dalam rekrutmen kali ini dapat segera terwujud sesuai dengan kualifikasi yang kami butuhkan,” tutur Albert Hadith Pramono penuh optimisme.

​Bagi kampus vokasi seperti PNUP, pengakuan ini adalah cermin dari mutu dan tempaan panjang yang dijalani para mahasiswa. Pendidikan vokasi yang bertumpu pada ketajaman praktik dan presisi kerja menemukan muara idealnya ketika industri percaya pada kualitas lulusannya.

​Rencana rekrutmen yang dijadwalkan bergulir pada pekan kedua September 2026 ini dipandang Dr. Nurhayati sebagai jembatan emas yang menghubungkan teori di ruang kelas dengan deru mesin dan pancaran energi di lapangan.

​”Kebutuhan pada bidang Teknik Elektronika, Teknik Pembangkit Energi, dan Teknik Konstruksi Sipil memiliki benang merah yang sangat erat dengan keahlian alumni kami. Ini adalah panggung bagi mereka untuk membuktikan diri,” ungkap Dr. Nurhayati dengan nada bangga.

​Langkah kolaboratif ini lebih dari sekadar pemenuhan tenaga kerja. Ini adalah simfoni antara dunia akademis dan industri sebuah ikhtiar bersama agar ilmu yang dipelajari tidak mengendap di dalam lemari arsip, melainkan menjelma menjadi listrik yang menyalakan rumah-rumah warga dan roda ekonomi daerah. Dari pesisir Jeneponto hingga lorong-lorong kampus PNUP, harapan itu kini bersiap mengangkasa.(aa/ita)