
NETSULSEL | Gowa, Di balik deru aliran sungai dan teriknya sengatan matahari, sebuah simfoni perjuangan sedang tercipta di pelosok Kabupaten Gowa. Kamis (6/8/2026), Kodim 1409/Gowa secara resmi mengawali pengerjaan fisik Pembangunan Jembatan Beton Tahap VI yang tersebar di tiga titik strategis. Namun, di balik fondasi semen dan besi yang mulai tertanam, ada narasi humanis tentang asa, kerja keras, dan jalinan kasih yang erat antara prajurit TNI dan rakyat.
Pemandangan penuh kehangatan tampak di lokasi pembangunan. Personel gabungan dari Satuan Yonzipur, Zibang, Yon Tp, hingga Babinsa Kodim 1409/Gowa bahu-membahu tanpa sekat bersama warga lokal. Gelak tawa menyelingi derap langkah mereka yang mengangkut batu dan mengaduk semen. Gotong royong ini bukan sekadar pengerjaan fisik, melainkan manifestasi nyata dari nilai kepahlawanan modern: saling menopang demi kemajuan bersama.
Pembangunan yang terbagi di Kecamatan Tombolo Pao (Desa Pao dan Desa Balassukka) serta Kecamatan Bontonompo Selatan (Desa Salajangki) ini menjadi jawaban atas doa-doa warga yang sekian lama merindukan akses aman. Jembatan ini kelak akan memangkas jarak, mempermudah anak-anak melangkah ke sekolah, hingga memuluskan jalan bagi para petani saat mengangkut hasil bumi menuju pasar.
Komandan Kodim (Dandim) 1409/Gowa, Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi, meluapkan rasa harunya atas kemanunggalan yang terjalin begitu indah di lapangan. Baginya, ketulusan masyarakat yang menyatu dengan semangat para prajurit adalah bahan bakar utama selesainya pembangunan ini.
”Pembangunan jembatan beton Tahap VI ini merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan pelosok. Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik dari beton, melainkan nadi perekonomian warga yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Gowa,” tegas Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi.
Setiap patok yang ditancapkan dan setiap coran beton yang dituangkan kini menyimpak cerita tentang masa depan yang lebih cerah bagi warga pedesaan Gowa. Ketika pengerjaan ini tuntas, yang berdiri tegak bukan hanya sebuah struktur pelintas sungai, melainkan monumen kebersamaan yang membuktikan bahwa tak ada rintangan yang tak bisa dilalui selama TNI dan rakyat terus berjalan bergandengan tangan.(syam)















