Merawat Demokrasi dari Meja Makan: Ketika Dua Kader Golkar Bulukumba Berjabat Tangan di Tengah Hangatnya Dinamika Musda

(kiri) H. Ilham Bahtiar, (tengah) Nirwan Arifuddin, (kanan) Ismail Papo. Jabat tangan beritga merupakan simbol politik santung dan hangat

NETSULSEL | Bulukumba-Makassar, ​Panggung politik seringkali diidentikkan dengan ketegangan, sekat-sekat kepentingan, dan persaingan yang panas. Namun, malam itu, sebuah sudut rumah makan di kawasan Jalan Boulevard, Kota Makassar, justru memancarkan narasi yang berbeda, sebuah potret kesejukan politik yang layak diteladani.

​Tepat pada Sabtu malam, (17/10/26) suasana hangat menyelimuti pertemuan dua figur penting Partai Golkar Kabupaten Bulukumba: H. Ilham Bahtiar dan Nirwan Arifuddin, S.H.

​Pertemuan yang diinisiasi oleh Sekretaris Golkar Bulukumba, Arqam Bohari, S.E, MM ini jauh dari kesan kaku. Disaksikan langsung oleh Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bulukumba, Ismail Papo, kedua tokoh tersebut bercengkerama akrab tanpa tema-tema berat. Di balik meja makan itu, aroma persaudaraan justru lebih dominan daripada aroma ambisi kekuasaan.

​Politik Santun: Rivalitas yang Dibalut Kedewasaan
​Meskipun keduanya dipastikan akan saling berhadapan sebagai bakal calon ketua dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kabupaten Bulukumba kelak, ambisi politik tidak sedikitpun merusak keluhuran budi mereka.

​Nirwan Arifuddin, S.H. yang saat ini memegang tampuk kepemimpinan Golkar Bulukumba, dengan masa jabatan yang diperpanjang oleh Ketua Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, hingga terlaksananya Musda, menunjukkan sikap seorang negarawan. Begitu pula dengan H. Ilham Bahtiar, yang dengan rendah hati mendatangi sang petahana untuk bersilaturahmi.

​”Sebagai junior dan adik dari Ketua DPD II Golkar Bulukumba, H. Nirwan Arifuddin, S.H. saya wajib mendatangi Pak Nirwan untuk memohon restu dan menyampaikan keinginan saya untuk maju sebagai bakal calon ketua DPD II Golkar Bulukumba. Alhamdulillah, beliau menyambut gembira dan memberi restu,” ungkap H. Ilham Bahtiar dengan penuh takzim.

​Bagi Ilham Bahtiar, Nirwan bukan sekadar rival politik, melainkan senior sekaligus mentor yang bijaksana. Respons yang diberikan Nirwan pun sangat terbuka. Ia mempersilakan siapa pun yang memenuhi syarat untuk maju, asalkan tetap menaati aturan main partai dan mengikuti proses yang sehat.

​Pesan moral yang kuat terpancar dari pertemuan ini: komitmen bersama untuk membesarkan Partai Golkar di Bulukumba jauh lebih utama daripada sekadar perebutan kursi kepemimpinan. Siapa pun yang terpilih nantinya, keduanya sepakat untuk saling merangkul dan berjalan bersama.

​Mengenal Lebih Dekat, Rekam Jejak dan Komitmen H. Ilham Bahtiar
​Sebagai salah satu aktor utama dalam dinamika politik Bulukumba saat ini, sosok H. Ilham Bahtiar tentu menarik untuk diulas lebih mendalam, baik dari latar belakang pengabdiannya maupun perjalanan karier politiknya.

Berjuang Menolak lelah, H Ilham Bahtiar sudah mengenyam asam grama dunia pemilihan legislatif, ia mulai menapaki pemilihan secara lansung calon legislator dengan kendaraan Golkar ditahun 2014, Ilham terpilih saat itu dengan 2 kursi untuk Golkar, Periode kedua tahun 2019 kememangannya tertunda karena perolehan suara selisih tipis dengan caleg lain Hj Aminah, Naum kegagalan periode kedua, terbalas dipertarungan pilcaleg tahun 2024, perjuangan H Ilham tak sia-sia, ia kembali terpilih dengan melampaui suara Hj Aminah dan mendudukannya kembali difraksi Partai Golkar. Dari kemenangan ditahun 2024 ini. tawaran pindah partai begitu menggoda namun H Ilham Bahtiar lebih memilih tetap bertahan memperluas karir politiknya dan memperkokoh partai beringin.

​Pengabdian di Parlemen (DPRD Bulukumba): H. Ilham Bahtiar merupakan kader tulen Partai Golkar yang telah membuktikan kapasitasnya sebagai wakil rakyat. Saat ini, ia tengah mengemban amanah sebagai legislator di DPRD Kabupaten Bulukumba untuk periode pertama. Melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Bulukumba 3 yang meliputi Kecamatan Bulukumpa dan Kecamatan Rilau Ale. ia dikenal aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat bawah dan mengawal kebijakan pembangunan daerah.

​Kaderisasi dan Akar Rumput yang Kuat: Perjalanannya di kancah politik tidak instan. Sebagai kader tulen Partai Golkar, Ilham memahami betul denyut nadi organisasi beringin rindang ini dari tingkat bawah. Pengalamannya berinteraksi langsung dengan konstituen di pedesaan membentuk karakternya yang dekat dengan rakyat, humanis, dan responsif terhadap persoalan sosial.

​Visi Kepemimpinan yang Inklusif: Langkah beraninya maju dalam bursa pencalonan Ketua DPD II Golkar Bulukumba didasari oleh semangat pembaruan yang konstruktif. Ia memandang bahwa musda yang sehat dan demokratis adalah kunci utama melahirkan kepemimpinan partai yang kuat, solid, dan siap memenangkan hati rakyat pada hajatan politik ke depan.

​Harapan Baru untuk Golkar Bulukumba
​Apa yang diperlihatkan oleh H. Ilham Bahtiar dan Nirwan Arifuddin malam itu di Makassar adalah angin segar bagi perpolitikan lokal. Mereka membuktikan bahwa kontestasi demokrasi tidak harus diwarnai perpecahan. Dengan kedewasaan berpikir dan politik santun yang dikedepankan, Musda Golkar Bulukumba diproyeksikan menjadi teladan sebuah proses demokrasi internal yang sehat, bermartabat, dan penuh kekeluargaan.

​Bagaimana pandangan Anda melihat pentingnya budaya politik santun seperti yang ditunjukkan oleh kedua kader Golkar Bulukumba ini dalam kontestasi kepemimpinan lokal saat ini? (ita)