
NETUSLEL | Makassar, Politisi senior Partai Golkar yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Bulukumba, H. Ilham Bahtiar, dengan tegas menyatakan sikap politiknya untuk tetap berdiri tegak lurus di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Di tengah dinamika politik nasional yang memanas, khususnya terkait isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dan skandal hukum penyadapan ilegal, H. Ilham Bahtiar mengajak seluruh kader untuk mengedepankan nalar sehat, moralitas, serta etika berdemokrasi yang jujur.
Menolak Pola Politik Vulgar dan Norak untuk Mendongkel Ketum
Menurut H. Ilham Bahtiar, upaya-upaya mewacanakan Munaslub dengan tujuan mendongkel posisi Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, merupakan bentuk dinamika politik yang sangat vulgar dan mencerminkan cara-cara politik yang kurang beretika. Ia menilai manuver tersebut sarat akan ambisi politik sesaat dari segelintir oknum di tingkat pusat yang ingin merusak soliditas partai.
”Mewacanakan Munaslub dengan tujuan mendongkel posisi Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia sangat vulgar dan politik cara norak. Sangat kelihatan ambisi segelintir oknum Golkar pusat yang sangat ingin menggantikan posisi ketua umum,” tegas Ilham Bahtiar.
Ia juga menegaskan bahwa tuduhan atau isu-isu negatif yang mengaitkan kasus hukum skandal penyadapan illegal presiden ke ketua umum partai gplkar, yang dihembuskan tanpa dasar bukti yang kuat, tidak memiliki asas manfaat bagi kemajuan partai, melainkan hanya bertujuan mencelakakan karakter kepemimpinan Partai Golkar saat ini.
Dukungan Penuh Terhadap Transparansi Penegakan Hukum
Terkait skandal hukum penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri istyo Sigit Prabowo bersama tiga jenderal lainnya, H. Ilham Bahtiar menegaskan bahwa Ketua Umum Bahlil Lahadalia telah bersikap transparan dan mendukung penuh yang dilakukan bareskrim saat ini.
Ketum Bahlil, lanjutnya, bahkan dengan tegas meminta agar penegakan hukum dilakukan secara transparan tanpa pandang bulu serta menyeret siapa saja yang terbukti terlibat dalam skandal tersebut tanpa terkecuali. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar isu hukum ini tidak dipelintir atau dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu guna menjatuhkan kredibilitas kepemimpinan Partai Golkar.
”Kita tidak boleh men-justifikasi sebelum semuanya terungkap dengan kebenaran sesungguhnya. Silakan buka buktinya, jangan cuma diisukan segala macam, karena tidak ada bukti-bukti yang bisa diperlihatkan kepada kami,” tambahnya.
Selaras dengan Sikap DPD Golkar Sulsel: Menjaga Persatuan Menuju Pemilu 2029
Sikap tegas H. Ilham Bahtiar ini selaras dan seirama dengan instruksi serta pandangan Ketua DPD Golkar Sulawesi Selatan, H. Ilham Arief Sirajuddin (IAS), yang secara tegas menolak pelaksanaan Munaslub. Bagi kader di daerah, sedikit rasa galau sempat dirasakan akibat dinamika di pusat. Namun, hal tersebut justru membulatkan tekad para kader untuk mengambil sikap yang jelas dan terarah.
”Sebagai kader Golkar tulen, saya pribadi tegak lurus ke Ketua Umum Partai Golkar Bapak Bahlil Lahadalia. Sikap saya selaras dengan Ketua DPD Golkar Sulsel Bapak Ilham Arief Sirajuddin yang notabene juga menolak dilaksanakan Munaslub,” ungkap legislator asal Bulukumba tersebut.
Menurutnya, wacana Munaslub saat ini justru berpotensi memecah belah konsolidasi dan persatuan internal partai. Padahal, saat ini seluruh kader sedang bersiap dan fokus menghadapi agenda besar politik kedepan, yakni Pemilu Tahun 2029.
Dengan prinsip sami’na wa atho’na (kami dengar dan kami patuh), kader di daerah menyatakan siap selalu dan tegak lurus kepada pimpinan partai yang sah demi menjaga keutuhan marwah Partai Golkar. (ita)
















