Transformers Salah Jurusan: Tiga Remaja di Sinjai Cosplay Jadi Kardus Demi Bobol Toko, Ujung-ujungnya Diangkut Polisi

sketsa dengan imajinasi AI (hanya pemanis berita)

NETSULSEL | Sinjai, Jika superhero Transformers bertransformasi menjadi mobil keren untuk menyelamatkan bumi, beda cerita dengan tiga remaja di Sinjai Selatan ini. Bukannya menyelamatkan dunia, FH (14), MR (15), dan AP (13) justru berimajinasi tingkat tinggi dengan bertransformasi menjadi “Robot Kardus” demi membobol toko klontong. Sayangnya, alih-alih sakti dan tak terlihat, penyamaran konyol pakai kotak bekas ini malah berujung gelak tawa dan borgol kepolisian.

​Aksi kocak tapi kriminal ini terkuak setelah trio ‘Autobot’ amatir tersebut dibekuk personel Polres Sinjai di Dusun Lappacilama, Desa Alenangka. Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso, membeberkan modus tak biasa yang dipakai para pelaku untuk mengelabuhi kamera CCTV. Demi menutup identitas, mereka nekat menyarungkan kepala dan tubuh mereka dengan kardus bekas saat menguras isi toko. Mungkin dalam bayangan mereka, kamera CCTV akan mengira ada kardus berjalan yang sedang carries barang belanjaan secara ajaib.

screenshoot rekaman cctv, pelaku menutup wajah dengan kardus dengan tanda panah putih saat membobol sebuah toko kelontong.

​Petualangan “trio kotak” ini diawali di sebuah toko depan Permandian Fams Ceria. Dengan kelincahan ala ninja kardus, mereka menyusup lewat celah dinding belakang. Tanpa ampun, rokok, makanan, minuman, tabung gas 3 kg, hingga uang tunai Rp500 ribu berhasil digasak dengan total kerugian korban mencapai Rp1,4 juta. Merasa penyamaran kardusnya sesakti topeng Invisibility Cloak, tiga hari kemudian—tepatnya dini hari 15 Juli 2026—mereka kembali beraksi di toko wilayah Dusun Jaolampe dengan memanjat tangga belakang dan mengembat uang serta rokok senilai Rp3,6 juta.

​Namun, sepandai-pandainya kardus melompat, akhirnya jatuh ke Mapolres juga. Polisi yang melakukan penyelidikan tak butuh waktu lama untuk mengendus identitas di balik kotak tersebut. Selain menyita jaket, sandal, dan tas, polisi juga mengamankan barang bukti paling legendaris dalam sejarah kejahatan lokal ini: beberapa potong kardus bekas penutup wajah. Saat ditanya motifnya, ternyata hasil curian tersebut bukan untuk mendanai misi menyelamatkan galaksi, melainkan murni untuk “konsumsi pribadi” alias jajan dan nongkrong.

​Kini, ketiganya harus rela menanggalkan kostum robotnya dan meringkuk di Mapolres Sinjai untuk menjalani proses hukum. Menanggapi fenomena unik sekaligus memprihatinkan ini, Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rakhman mengimbau para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya, terutama saat keluyuran di jam-jam rawan malam hari. Menurutnya, perhatian keluarga adalah kunci utama agar imajinasi dan energi anak-anak tidak “salah jurusan” menjadi tindakan pidana konyol seperti ini.

​AKBP Jamal juga mengajak para tokoh masyarakat dan pemerintah desa untuk bahu-membahu membina generasi muda lewat kegiatan yang lebih positif. Masyarakat pun diminta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan—termasuk jika melihat ada kardus berjalan sendirian di tengah malam. Kasus ini menjadi pengingat kocak sekaligus miris: secanggih-cangguhnya penyamaran ala robot kardus, radar kepolisian jauh lebih tanggap daripada kamera CCTV toko! (tmz)