Politisi PAN Minta Polda USUT Dugaan Kesaksian Palsu dan Kejar Aktor Intelektual Drama Pansus Hak Angket Gowa.

Jabal Nur, Politis PAN Sulsel menuding saksi-saksi yang hadir dalam pansus Hak Angket Gowa, seang memainnkan drama politik dengan motif menjatuhkan integritas Bupati Gowa.

NETSULSEL | Gowa, Dinamika Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa yang telah berjalan hingga ke Mahkama Agung, tak mereda hanya menanti putusan mahkama tertinggi tersebut. Ternyata polemik ini masih ada lanjutannya, Partai Amanat Nasional (PAN) secara tegas melayangkan keberatan atas jalannya proses pemeriksaan para saksi yang pernah dihadirkan yang terindikasi sarat dengan muatan dan dorongan politik praktis.

​Politisi PAN Sulawesi Selatan, Jabal Nur menyoroti sejumlah saksi yang dihadirkan dalam persidangan Pansus Hak Angket. Berdasarkan temuan di lapangan, pihak yang memberikan keterangan yang memberatkan Bupati Husniah, diduga kuat merupakan kader dari partai politik tertentu. Hal ini mengindikasikan adanya agenda politik terselubung untuk menjatuhkan kredibilitas sang Bupati.

Enal, salah satu saksi yang menyerang harkat Husniah Talenrang dalam sidang pansus DPRD Gowa kemarin,yang diduga memiliki motif politik praktis. Jabal Nur, memperlihatkan bukti foto Enal diacara besar salah satu partai tertentu (Enal bersama KDM)

​Jabal menyayangkan adanya upaya dari oknum kader partai lain yang dinilainya terus mengusik kepemimpinan Bupati Husniah dengan berbagai skenario, termasuk memanfaatkan panggung Hak Angket.

​”Kami sangat menyayangkan jika instrumen demokrasi seperti Hak Angket justru dijadikan alat untuk mengganggu Bupati yang merupakan kader resmi PAN. Publik harus tahu, saksi yang dihadirkan di angket ternyata kader partai lain. Ini membuktikan ada motif politik yang sangat kental untuk merusak tatanan demokrasi,” ujar Jabal.

​Menanggapi bergulirnya kesaksian yang memojokkan Bupati Gowa di forum pansus itu, Jabal mendesak jajaran Polda Sulawesi Selatan dan Polres Gowa untuk bergerak cepat mengusut tuntas indikasi mempertajam dugaan kesaksian palsu. Ia menegaskan agar aparat penegak hukum tidak lambat dalam memproses laporan maupun temuan hukum terkait manuver tersebut.

​Langkah cepat kepolisian dinilai vital guna memutus mata rantai politik adu domba yang berpotensi merugikan warga dan mencoreng nama baik Kabupaten Gowa sebagai wilayah bersejarah.

​”Kami berharap Polda dan Polres mempercepat seluruh tahapan proses hukum yang sedang berjalan agar masalah ini segera terang benderang. Kasihan masyarakat Gowa jika terus ditayangkan pertarungan politik tidak sehat yang mengarah pada adu domba hanya demi kepentingan kelompok tertentu,” tegas Jabal.

​Lebih lanjut, Jabal mendorong penegakan hukum ini dapat membongkar sosok di balik layar yang merancang kegaduhan politik di Kabupaten Gowa. Dengan dibukanya tabir fakta secara transparan oleh pihak kepolisian, masyarakat diharapkan bisa menilai secara objektif mengenai siapa pihak yang benar dan siapa pihak yang sengaja menciptakan intrik.

​”Kedepan harus terbuka siapa aktor intelektual di belakang kegaduhan di Gowa ini. Biar publik bisa menilai secara jernih mana yang salah dan mana yang benar. Jangan sampai tanah bersejarah ini dirusak oleh syahwat politik orang-orang tertentu,” pungkasnya. (ita)