Utamakan Kedewasaan Berdemokrasi, Pemprov Sulsel Dorong Komunikasi Sejuk Pemkab dan DPRD Gowa. Respon Balik Permohonan Mediasi Husniah.

sketsa dengan imajinasi AI

NETSULSEL |​ Makassar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengajak semua pihak untuk mengedepankan pendekatan dialogis dan suasana sejuk dalam merespons dinamika politik yang tengah berlangsung antara Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, dan DPRD Kabupaten Gowa. Pemprov menegaskan komitmennya untuk tidak mengintervensi hubungan kemitraan internal kedua lembaga tersebut.

​Langkah ini diambil guna menjaga kondusivitas daerah serta menghormati independensi dan kedewasaan politik di tingkat kabupaten. Pemprov Sulsel meyakini bahwa setiap perselisihan atau dinamika tata kelola pemerintahan dapat diselesaikan secara bijak melalui ruang dialog yang setara.

Mitra Sejajar, Pemprov Hormati Dinamika Internal
​Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menjelaskan bahwa dalam konstruksi Undang-Undang Pemerintahan Daerah, posisi Kepala Daerah dan DPRD adalah mitra kerja sejajar yang memiliki peran saling melengkapi. Oleh karena itu, hubungan kerja sama kedua belah pihak dibangun atas dasar kesepakatan dan komunikasi yang sehat.

​Terkait adanya permohonan fasilitasi mediasi dari Bupati Gowa mengenai dinamika hak angket di DPRD Gowa, Pemprov Sulsel menilai proses penyelesaian terbaik berada di tangan kedua lembaga itu sendiri tanpa perlu keterlibatan langsung dari pihak provinsi yang berpotensi dimaknai sebagai bentuk intervensi.

​”Persoalan di kabupaten idealnya diselesaikan di tingkat kabupaten. Dalam struktur undang-undang otonomi daerah, pemerintah daerah itu adalah kepala daerah dan DPRD. Mereka adalah mitra sejajar, tidak saling membawahi. Kuncinya ada pada komunikasi,” ujar Jufri Rahman.

​Jufri menambahkan, jika Pemprov Sulsel melangkah terlalu jauh dalam urusan internal tersebut, hal itu justru dikhawatirkan dapat mencederai ruang kemitraan yang sedang dibangun oleh Pemkab dan DPRD Gowa.

​”Apakah nanti tidak dimaknai sebagai intervensi? Kunci utama dari semua dinamika ini adalah keterbukaan untuk saling mendengar,” tambahnya.

Dorong Komunikasi Personal dan Silaturahmi yang Inklusif
​Pemprov Sulsel menyarankan agar penyelesaian dinamika politik dilakukan melalui pendekatan personal yang persuasif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat Gowa. Pola komunikasi yang hangat dan penuh rasa saling menghormati terbukti ampuh dalam mencairkan kebekuan politik tanpa harus memicu kegaduhan di ruang publik.

​Sikap berbesar hati dan saling membuka diri menjadi fondasi penting agar fungsi pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Gowa tetap berjalan optimal dan harmonis.

​”Saran saya, tidak ada satu persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan komunikasi. Kuncinya adalah komunikasi. Semua pihak diharapkan berbesar hati, membuka pikiran, dan berlapang dada untuk saling menerima masukan,” tutur Jufri dengan penuh ketenangan.

Suasana Bebas Tekanan Demi Solusi Berkelanjutan
Menutup keterangannya, Pemprov Sulsel mengimbau agar proses dialog antara Bupati Gowa dan DPRD Gowa dapat berlangsung dalam suasana yang teduh, saling menghargai, serta bebas dari tekanan pihak manapun. Dengan begitu, solusi yang dihasilkan akan bersifat objektif, bermartabat, dan berfokus sepenuhnya pada kesejahteraan masyarakat.

​”Mitra yang satu hendaknya tidak menekan mitra lainnya. Mari beri ruang bagi masing-masing pihak untuk merespons dan berdialog dalam suasana yang tenang dan bebas tekanan,” pungkas Jufri.(abs)