
NETSULSEL | Enrekang, Diduga akibat kelalaian warga yang lupa memadamkan sisa api usai memasak, kawasan hutan lindung di Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, membara sejak Sabtu (15/8) sore hingga Minggu hari ini. Si jago merah melahap sedikitnya 10 are lahan yang didominasi tanaman pinus dan pepohonan lain.
Insiden ini berawal dari aktivitas warga di area sungai surut yang terletak di kaki gunung. Lokasi tersebut kerap dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk melaut atau mencari ikan.
”Diduga ada aktivitas masyarakat yang memancing di tepi sungai di bawah kawasan Gunung Nona, mungkin meninggalkan sisa api, sisa masak-masak,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kab Enrekang, Amiruddin, Minggu (16/8). Api dari sisa pembakaran tersebut dengan cepat merambat naik dan membakar vegetasi di sekitarnya.
Proses pemadaman berlangsung cukup dinamis karena lokasi terdampak berada di dalam kawasan hutan lindung berpagar yang terkunci. Untuk mengatasi situasi tersebut, tim gabungan menerapkan strategi pembagian fokus penanganan:
Tim Dinas Kehutanan: Menembus barikade pagar untuk masuk ke titik inti api demi melakukan pemadaman langsung pada tanaman pinus yang terbakar.
Tim BPBD Enrekang: Menyisir dan masih bersiaga ketat di perimeter luar guna menyekat pergerakan api.
Langkah cepat petugas berhasil mengisolasi kebakaran sebelum merembet ke area yang lebih luas. “Beruntung api cepat dihalau dan dipadamkan sehingga tidak sampai berdampak serius ke pemukiman,” kata Amiruddin.(qas)













