
MAKASSAR — Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Studium Generale di Baruga A.P. Pettarani, Makassar, Selasa (18/8/2026), dengan menghadirkan Guru Besar Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, Prof. Dr. Ah. Yusuf, S.Kp., M.Kes. Dalam pemaparannya, Prof. Yusuf menekankan pentingnya self-care (perawatan diri) dan resilience (ketangguhan diri) bagi tenaga kesehatan sebelum terjun merawat pasien yang memiliki latar belakang serta kebutuhan kompleks. “Caring with me penting ketika kita mengawali segala sesuatu dengan diri sendiri. Urutannya adalah dari kita mampu merawat diri sendiri sehingga kita mampu merawat orang lain. Resilience itu sangat penting untuk bertahan dan menata hati agar pelayanan tetap berorientasi pada kemanusiaan,” terang Prof. Yusuf di hadapan ratusan mahasiswa dan sivitas akademika Unhas.
Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Keperawatan Unhas, Prof. Dr. Elly Lilianty Sjattar, S.Kp., M.Kes., menegaskan bahwa nilai-nilai caring dan pemahaman atas kondisi diri sendiri wajib ditanamkan sejak dini dalam proses pendidikan calon perawat. “Sebelum mahasiswa memberikan perhatian dan pelayanan ke lingkungan, teman, keluarga, maupun masyarakat luas, sebaiknya mereka belajar memperhatikan diri sendiri terlebih dahulu,” ungkap Prof. Elly. Ia juga membeberkan bahwa Unhas terus memperluas jaringan kemitraan, salah satunya menggandeng Rumah Sakit Tajuddin Chalid untuk pengembangan program pendidikan spesialis keperawatan medikal bedah pada tahun ini guna menunjang profesionalisme mahasiswa.
Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., turut memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan kuliah umum yang dinilainya sangat krusial dalam membentuk karakter calon tenaga medis yang tangguh. “Tema caring yang diangkat hari ini sangat relevan dengan pembentukan karakter dan kesiapan mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan masa depan. Nilai ini juga sejalan dengan komitmen pengembangan lingkungan kampus melalui program Unhas Healthy, yang mendorong perhatian penuh terhadap kesehatan fisik dan mental seluruh sivitas akademika,” tutur Prof. Jamaluddin Jompa.
Melalui Studium Generale ini, mahasiswa diajak memahami bahwa profesionalisme perawat tidak hanya diukur dari keterampilan teknis dan intelektual, tetapi juga dari kematangan emosional serta keterbukaan untuk terus belajar. Kombinasi antara pengetahuan akademik, empati, komunikasi yang efektif, serta self-care dipandang sebagai fondasi utama untuk membentengi tenaga kesehatan dari tekanan beban kerja yang tinggi di lapangan.
Kegiatan akademik ini ditutup dengan penegasan bahwa kesadaran menjaga kesehatan diri sendiri merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Dengan diadakannya kuliah umum ini, Fakultas Keperawatan Unhas berharap para lulusannya kelak tidak hanya menguasai ilmu keperawatan secara teoritis, tetapi juga memiliki mentalitas tangguh dan empati yang tinggi dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.
















