Gelombang Konsolidasi Sulsel, Konsensus Politic 15 Aliansi Pemuda & Ormas Siap Tekan Pembuat Kebijakan

Konsolidasi kekuatan sipil terbsesar di Sulawesi Selatan resmi tercipta di Makassar, Rabu (26/8/2026). Deklarasi Forum Bersama untuk Indonesia di Red Corner Cafe tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan manuver politik berdaya tekan tinggi. Penyatuan 15 aliansi strategis kepemudaan, ormas, dan organisasi massa terbesar di Sulsel menegaskan pesan kuat: poros pemuda Makassar siap mengawal, mengawasi, sekaligus mendikte arah kebijakan publik demi kepentingan rakyat.

NETSULSEL | Makassar, ​Konsolidasi kekuatan sipil terbsesar di Sulawesi Selatan resmi tercipta di Makassar, Rabu (26/8/2026). Deklarasi Forum Bersama untuk Indonesia di Red Corner Cafe tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan manuver politik berdaya tekan tinggi. Penyatuan 15 aliansi strategis kepemudaan, ormas, dan organisasi massa terbesar di Sulsel menegaskan pesan kuat: poros pemuda Makassar siap mengawal, mengawasi, sekaligus mendikte arah kebijakan publik demi kepentingan rakyat.

​Poros Kekuatan Lapangan: Pemuda Pancasila, GRIB Jaya, Laskar Merah Putih (LMP), Mada LMP, Kiwal Garuda Hitam, HS Bogard, GMBI, Tri Nusa, The Legend 120, dan Semut Hitam.

​Poros Pertahanan & Keluarga Besar: Garda Bela Negara Nasional (GBNN), Garda Nusantara, KB PP Polri, dan FKPPI.

Poros Akar Rumput & Buruh: Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

​Penyatuan belasan bendera organisasi yang memiliki basis massa riil di seluruh pelosok Sulawesi Selatan ini menjadi modal penyeimbang kekuasaan (check and balances) yang massif. Tokoh Pemuda Sulawesi Selatan, Bung Andi Baso Fadli Husain, mengonfirmasi bahwa konsolidasi ini dibangun untuk memastikan suara elemen sipil tidak lagi dipandang sebelah mata oleh pembuat kebijakan.

​”Merawat kesatuan bangsa itu urgent, tetapi memastikan kebijakan pemerintah benar-benar memihak rakyat adalah harga mati. Forum bersama ini adalah benteng sipil yang siap bergerak aktif. Elemen pemuda Sulsel tidak hanya duduk menonton—kami hadir memberikan tekanan politik yang konstruktif dan nyata dari Makassar untuk Indonesia,” tegas Andi Baso.

​Melalui gerakan #MakassarUntukIndonesia, konsensus 15 aliansi ini menandai babak baru geopolitik kepemudaan di kawasan timur Indonesia: satu komando sipil untuk mengawal stabilitas daerah sekaligus menekan setiap kebijakan yang merugikan persatuan dan kesejahteraan rakyat.(qas)