NETSULSEL | Makassar, Krisis pasokan listrik kembali membayangi Sulawesi Selatan (Sulsel). Hari ini, Senin (31/8/2026), pemadaman listrik secara bergilir melanda Kota Makassar dan sejumlah kabupaten/kota pendukung lainnya. Situasi ini memicu gelombang kekecewaan dari masyarakat yang aktivitas harian dan usahanya mendadak terganggu.
Jeritan dan Keluhan Warga
Di Makassar, pemadaman yang terjadi secara mendadak membuat banyak warga panik. Pemilik usaha mikro hingga warga pemukiman mengeluhkan imbas ekonomi dan kenyamanan rumah tangga yang runtuh seketika.
Sektor Usaha Terpukul: Sejumlah pemilik UMKM, seperti usaha kuliner, binatu (laundry), dan percetakan di kawasan Panakkukang serta Manggala, terpaksa menghentikan operasional. “Kalau mati lampu sampai berjam-jam begini, mesin cuci berhenti total dan es krim di freezer meleleh. Esensinya kami rugi omzet harian,” keluh Rahma (34), salah satu pemilik usaha di Makassar.
Aktivitas Rumah Tangga Terganggu: Warga juga mengeluhkan suhu udara yang menyengat di tengah musim kemarau tanpa bantuan pendingin ruangan atau kipas angin. Masalah ketersediaan air bersih ikut membayangi akibat pompa air listrik tidak dapat berfungsi.
Penjelasan Resmi PLN UID Sulselrabar
Menanggapi gejolak tersebut, pihak PLN membeberkan pemicu teknis di balik penggiliran arus ini. Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, mengungkapkan bahwa pemadaman terjadi akibat kombinasi kendala alam dan perawatan sistem.
Dua faktor utama penyulut pemadaman listrik di Sulsel:
Penyusutan Debit Air: Penurunan volume air secara signifikan pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) akibat musim kemarau menggerus kapasitas produksi daya.
Pemeliharaan Infrastruktur: Adanya perbaikan dan pemeliharaan berkala pada jaringan ketenagalistrikan yang sedang berjalan.
”Saat ini sedang dilakukan pemeliharaan pada infrastruktur ketenagalistrikan yang berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah. Untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan, PLN melakukan pengaturan beban,” jelas Niki.
Niki menambahkan, estimasi durasi penanganan pemadaman diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam untuk setiap titik pemadaman, menyesuaikan dinamika dan kondisi teknis di lapangan.
”Tim PLN terus melakukan upaya percepatan agar pasokan listrik dapat segera kembali normal. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berterima kasih atas pengertian serta kesabaran pelanggan,” pungkasnya. (ita)

















