
NETSULSEL | Bulukumba, Pemerintah Kabupaten Bulukumba menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang bayi yang sempat viral di media sosial akibat mengalami kondisi kritis setelah sebelumnya menderita sakit radang tenggorokan. Di balik informasi yang sempat beredar dan menuai perhatian publik, Bupati Kabupaten Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf — atau yang akrab disapa Andi Utta — memberikan klarifikasi utuh sekaligus memaparkan langkah-langkah komprehensif serta solusi nyata yang terus dihadirkan pemerintah daerah dalam melayani masyarakat.
Kronologi dan Fakta Lapangan
Berdasarkan penelusuran dan hasil penanganan medis di lapangan, bayi tersebut sebelumnya mengalami sakit radang tenggorokan sehingga asupan makanan dan susu tidak dapat masuk. Pihak keluarga mulanya terlambat mengambil inisiatif untuk merujuk anak ke fasilitas kesehatan, di mana sebagian keluarga sempat tertutup faktor yang kerap dipengaruhi oleh keterbatasan ekonomi serta kebiasaan sebagian warga yang masih mengandalkan pengobatan alternatif. Selain itu, dari hasil diagnosa medis, anak tersebut juga pernah mengalami benturan akibat jatuh dari ayunan yang sebelumnya tidak disampaikan kepada pihak rumah sakit.
Begitu informasi tersebut mendadak viral dan sampai kepada pimpinan daerah, Bupati Andi Utta dengan sigap langsung memerintahkan jajaran terkait untuk melacak keberadaan pasien dan membawa serta menanganinya secara serius di ruang ICU rumah sakit. Sayangnya, kondisi pasien saat tiba di rumah sakit memang sudah dalam keadaan kritis.
Diketahui pula bahwa anak tersebut sehari-hari dirawat oleh sang nenek, sementara ibunya telah meninggal dunia pasca melahirkan di Makassar, dan orang tuanya dikebumikan di Maros karena merupakan keluarga asal Maros, sementara sang ayah berasal dari Bulukumba. Keluarga ini pun sebenarnya tercatat dan senantiasa menerima daftar bantuan sosial dari pemerintah.
Menepis Ketakutan Administrasi: Utamakan Nyawa, Urusan Belakang
Bupati Andi Utta menyampaikan rasa sayangnya yang mendalam jika ada warganya yang merasa takut atau ragu datang ke rumah sakit hanya karena terkendala masalah administrasi, kepemilikan BPJS, atau perubahan data desil.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba menegaskan prinsip kemanusiaan yang tegas: tidak ada syarat administrasi di depan bagi pasien gawat darurat.
”Banyak yang ragu dan takut ke rumah sakit karena tidak punya BPJS. Padahal, kami ada BAZNAS dan semua pelayanan rumah sakit tidak harus ada BPJS di awal. Pasien harus dirujuk dan mendapatkan pelayanan medis terlebih dahulu. Tidak ada urusan administrasi pasca-pelayanan pasien awal; setelah pelayanan medis diberikan, barulah urusan administrasi seperti BPJS dan lainnya diupayakan dan diselesaikan bersama untuk kelancaran operasional,” tegas Bupati Andi Utta.
Bupati bahkan meminta agar seluruh status kepesertaan BPJS warga yang membutuhkan segera diaktifkan pasca-berobat agar penanganan medis dapat berjalan tanpa hambatan.
Jalan Keluar dan Solusi Nyata: Jambore Pelayanan Publik hingga Layanan “Jemput Bola”
Sebagai bentuk komitmen nyata dan jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat, Pemkab Bulukumba selama ini telah menggalakkan berbagai program pelayanan jemput bola (proactive outreach) agar akses kesehatan dan administrasi semakin dekat dengan warga.
Salah satu inovasi unggulan yang telah berjalan selama beberapa pekan adalah Jambore Pelayanan Publik yang diselenggarakan di setiap kecamatan setiap hari Rabu dan Kamis pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Kegiatan kolaboratif bersama instansi vertikal ini menghadirkan layanan terpadu mulai dari administrasi kependudukan (Dukcapil), perpanjangan SIM, hingga layanan kesehatan masif tanpa membebani APBD.
Dalam dua hari penyelenggaraan saja, layanan kesehatan gratis ini mampu menjangkau lebih dari 5.000 orang, mencakup pemeriksaan ibu hamil, Posyandu, hingga tes kolesterol sebuah terobosan pelayanan langsung yang masif menjangkau akar rumput.
Sosialisasi Tanpa Henti Menjangkau Sesama
Upaya sosialisasi oleh Pemkab Bulukumba juga dilakukan secara maksimal melalui berbagai cara, bahkan dengan pendekatan tradisional yang efektif seperti menggunakan mobil keliling bermiafon (toa) yang berkeliling menyapa warga, pengumuman di masjid-masjid setiap hari Jumat, hingga sosialisasi langsung terkait seluruh hak pelayanan publik termasuk program nikah gratis.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba di bawah kepemimpinan Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf (Andi Utta) terus mengajak seluruh masyarakat agar tidak perlu ragu atau takut mengakses fasilitas kesehatan resmi. Negara dan pemerintah daerah hadir untuk memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, mendapatkan hak atas layanan kesehatan yang layak, cepat, dan berkeadilan. (ita)
















