
NETSULSEL | Gowa, Di tengah hangatnya dinamika politik lokal dan proses hak angket DPRD yang sempat menyita perhatian publik Sulawesi Selatan beberapa pekan terakhir, angin sejuk perdamaian berembus dari Rumah Jabatan Bupati Gowa. Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menunjukkan langkah kepemimpinan yang menentramkan dengan menggelar silaturahmi bersama ulama kharismatik Nusantara, Habib Luthfi bin Yahya, Rabu sore. Momen hangat ini menjadi simbol penting bahwa keberlanjutan pembangunan daerah harus selalu dilandasi oleh kedamaian spiritual, persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan.
Merespons langkah tersebut, Politisi PAN Sulsel, Jabal Nur, menilai momentum silaturahmi ini sebagai Oase di tengah tensi politik yang terjadi. Jabal berharap komitmen Bupati Husniah Talenrang dalam memimpin Gowa tidak hanya berfokus pada pembenahan fisik dan ekonomi—termasuk cita-cita besar meningkatkan status Gowa menjadi kota madya tetapi juga mengakar kuat pada penguatan nilai keagamaan. Menurutnya, tensi politik seperti hak angket dan aksi saling lapor dapat diselesaikan secara damai jika semua pihak mengedepankan kepala dingin dan semangat islah yang diatur dalam skema hukum yang berkeadilan.
”Masyarakat Gowa merindukan kedamaian politik. Hak angket dan polemik politik bisa selesai secara damai jika kedua belah pihak bersikap kepala dingin. Kita berharap DPRD terus memberikan dukungan agar roda pemerintahan berjalan harmonis, dan kami juga berharap pihak Kepolisian dapat memediasi serta mendamaikan pihak-pihak yang saling lapor. Berdamai itu mulia, demi tujuan yang jauh lebih besar: kesejahteraan dan kedamaian rakyat Gowa,” ungkap Jabal Nur.
Di sisi lain, dari sudut pandang Bupati Gowa, pertemuan dengan Habib Luthfi tokoh sufi internasional yang dikenal konsisten menyebarkan dakwah moderat dan cinta tanah air merupakan pijakan awal untuk memperkuat identitas keagamaan Daerah Para Raja ini. Husniah Talenrang menegaskan komitmennya untuk mengangkat potensi nilai sejarah Islam di Gowa, seperti warisan perjuangan Sultan Hasanuddin dan Syekh Yusuf Al-Makassari, menjadi pusat destinasi wisata religi unggulan di Indonesia.
”Kami ingin Gowa tidak hanya dikenal karena potensi alam dan budayanya, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki kekuatan spiritual dan sejarah Islam yang kuat. Kedekatan pemerintah dengan ulama adalah kunci membangun masyarakat yang harmonis, religius, dan berakhlak mulia,” tutur Husniah Talenrang penuh optimisme.
Kolaborasi antara ulama, eksekutif, dan legislatif ini diharapkan menjadi titik balik bagi Kabupaten Gowa untuk melangkah lebih tenang dan solid. Dengan mengesampingkan ego politik serta mengutamakan nilai-nilai spiritual, Pemerintah Kabupaten Gowa optimistis dapat merajut kembali persatuan warga dan mewujudkan kemajuan daerah yang diberkahi. (ita)














