
NETSULSEL | Makassar, Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Kota Makassar beberapa hari terakhir tak menyurutkan langkah dunia pendidikan untuk terus bergerak maju. Menanggapi tantangan mobilitas dan merespons imbauan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menunjukkan kepemimpinan adaptif dengan mengalihkan sistem perkuliahan ke mode daring (online) selama sepekan, terhitung mulai 14 hingga 18 September 2026.
Langkah responsif ini tertuang resmi dalam Surat Edaran Nomor 3129/DST/Pl10.10.1/DV.01.17/2026 tertanggal 13 September 2026. Kebijakan ini bukan sekadar bentuk efisiensi mobilitas kendaraan, melainkan wujud nyata komitmen insan akademisi dalam menjaga ritme pendidikan yang inklusif, fleksibel, dan tangguh di tengah situasi krisis.
Wakil Direktur 1 Bidang Akademik PNUP, Prof. Ahmad Rizal Sultan, S.T., M.T., Ph.D., menegaskan bahwa momentum pembelajaran dari rumah ini hendaknya dimaknai secara positif oleh seluruh sivitas akademika untuk memperkuat fokus belajar dan menjaga kondusivitas.
“Kami berharap selama masa perkuliahan daring ini seluruh dosen dan mahasiswa tetap berfokus pada jadwal akademik. Kami juga mengimbau para mahasiswa untuk memanfaatkan waktu secara bijak serta tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan di luar ruang kuliah yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun lingkungan,” ujar Prof. Ahmad Rizal Sultan.
Meski bertransisi ke ruang digital, PNUP tetap memberikan ruang fleksibilitas yang terukur bagi kegiatan praktik dan riset yang memerlukan presensi fisik. Prof. Ahmad Rizal menambahkan bahwa pelayanan akademik vital tidak akan terhenti.
“Kegiatan akademik yang sifatnya mendesak dan memerlukan tatap muka langsung, seperti praktikum di laboratorium, ujian, hingga pengurusan administrasi di tingkat jurusan maupun akademik pusat, tetap berjalan dengan mengikuti prosedur resmi yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan infrastruktur digital, PNUP memastikan transisi berjalan lancar tanpa mengorbankan kualitas dan integritas proses belajar-mengajar. Kepala Subbagian Akademik PNUP, Mawarni, S.Sos., menyampaikan bahwa sistem pengawasan dan kehadiran telah disiapkan secara optimal.
“Presensi kehadiran secara daring bagi dosen dan mahasiswa telah terintegrasi dengan baik untuk memastikan seluruh proses pembelajaran selama sepekan ini tetap berjalan efektif, terukur, dan lancar,” terang Mawarni.
Melalui sinergi antara kebijakan yang responsif, integritas para pengajar, dan ketahanan para mahasiswa, PNUP membuktikan bahwa keterbatasan di lapangan tidak pernah menjadi penghalang untuk mengobarkan semangat belajar. Langkah adaptif ini menjadi bukti nyata bahwa dunia kampus mampu hadir menjadi teladan dalam menghadapi krisis dengan solusi digital yang cerdas dan penuh empati.(ita)
















