
NETSULSEL | Makassar, Setiap daerah selalu memiliki cerita tentang anak-anak mudanya yang tumbuh membawa harapan. Dari Kabupaten Bantaeng tanah Butta Toa yang kaya akan sejarah dan keteguhan tradisi lahirlah seorang figur muda berpengaruh, Jabal Nur, S.Pt. Lahir di Bantaeng pada 4 Desember 1983, perjalanan hidup Jabal Nur adalah kisah tentang ketekunan, ilmu pengetahuan, dan komitmen mendalam untuk memajukan daerah kelahirannya.
Masa Muda: Menempa Diri dan Berjejaring di Kampus Merah
Langkah awal dinamika kepemimpinan Jabal Nur dibentuk dari bangku kuliah. Menempuh pendidikan di Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas), ia tidak sekadar mengejar gelar sarjana. Kampus baginya adalah laboratorium sosial sekaligus tempat mengasah kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.
Selama masa studi, Jabal aktif menggalang gerakan mahasiswa dan pemuda. Ia pernah mengemban amanah sebagai Anggota Aktif Himpunan Mahasiswa Peternakan Unhas (2015–2019), hingga dipercaya memimpin ribuan mahasiswa daerah sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa Bantaeng (IKMB) periode 2016–2018. Di sinilah naluri kepemimpinannya makin terasah—ia belajar mendengarkan aspirasi warga daerah, merajut gagasan, dan mengeksekusinya dalam aksi nyata.

Rekam Jejak Lapangan: Dari Penyuluh Hingga Fasilitator Sapi Lokal
Sebagai seorang alumnus Fakultas Peternakan Unhas, Jabal Nur tak hanya paham teori di atas kertas. Rekam jejaknya di lapangan dibuktikan dengan aksi nyata mendampingi peternak akar rumput.
Pada tahun 2019, ia turun langsung menjadi Penyuluh Peternakan di Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng. Dedikasinya terhadap sektor ini makin menguat saat dipercaya menjadi Fasilitator Program Pembangunan Ternak Sapi Lokal Bantaeng (2020–2022). Pengalaman mendampingi para peternak lokal inilah yang membentuk keberpihakannya pada kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Dari akumulasi pengalaman tersebut, Jabal merumuskan Visi dan Misi utamanya untuk Bantaeng:
Mewujudkan peternakan berkelanjutan dan berdaya saing guna menggenjot kesejahteraan masyarakat Bantaeng.
Meningkatkan inovasi pemberdayaan pemuda peternak melalui pendekatan edukasi terapan dan pemanfaatan teknologi modern.
Kiprah Organisasi dan Panggung Politik
Selain mengakar di sektor peternakan, rekam jejak pengabdian Jabal juga menembus ruang-ruang kemasyarakatan dan kepemudaan yang lebih luas. Ia aktif mendedikasikan energinya di Karang Taruna Sulsel hingga Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel di Bidang Energi.
Bagi Jabal, pemuda adalah pemegang kemudi perubahan. Filosofinya sederhana: “Kalau hanya di luar, tentu berbeda. Seperti bermain bola, tentu rasanya beda kalau ikut turun ke lapangan dibanding sekadar menonton dari tribun.”
Keberanian turun ke lapangan inilah yang membawanya bergabung bersama Partai Amanat Nasional (PAN). Karir politiknya di partai berlambang matahari putih ini melesat berkat konsistensi, loyalitas, dan kedekatannya dengan masyarakat. Mulai dari pengurus Barisan Muda (BM) PAN Sulsel, posisi kunci di jajaran bendahara DPW, hingga kini dipercaya mengemban amanah strategis sebagai Wakil Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan.

Tetap Rendah Hati, Merakyat dan Bantuan Hukum Gratis
Meski kini menduduki posisi strategis di tingkat provinsi dan dikenal luas di kancah politik Sulawesi Selatan, Jabal Nur tidak pernah lupa dari mana ia berasal. Bantaeng selalu memiliki tempat istimewa di hatinya. Setiap kali kembali ke kampung halaman, ia tetaplah Jabal yang dulu: ramah, hangat, dan selalu siap duduk melantai menikmati secangkir kopi bersama warga, mendengar aspirasi para petani, peternak, serta pemuda lokal. Perpaduan antara kepakaran akademis peternakan, pengalaman lapangan, dan gaya kepemimpinan yang humanis menjadikannya sebagai salah satu simbol penggerak kaum milenial dan gen-Z di Sulawesi Selatan.
Tak hanya di Sulawesi Selatan, kepedulian bagi masyarakat kecil juga ditunjukkan saat ini dengan membuka ruang bantuan hukum kepada masyarakat yang kurang mampu. Sejak tahun 2024, Jabal membuka sebuah firma hukum yang berlokasi di Daerah Bintaro Jakarta Pusat. Bantuan hukum ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin yang minim bahkan tidak memiliki akses hukum. Karakter Jabal yang dikenal tak pantang mundu dalam berjuang dikenal luas diberbagai kalangan sosial, karena nyalinyalah ia kerap dipanggil Puang Jabal atau Daeng Jabal. Tak sedikit masayarkat kecil korban mafia tanah datang ke Jabal agar dibantu, melalui rumah hukum miliknya “Bintaro Law Firm” Jabal sukses menuntaskan masalah kasus hukum yang menjrat masyarakat tersebut.
Langkah ke Depan
Kini, dengan kombinasi matang antara keahlian sains peternakan, pengalaman teknis penyuluhan, kepemimpinan organisasi, dan posisi politik strategis, Jabal Nur terus melangkah maju. Bagi Jabal Nur, politik dan jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana ibadah dan alat pengabdian untuk menghadirkan “energi baru” yang membawa manfaat nyata bagi kemajuan Bantaeng dan Sulawesi Selatan. (ita)










