Bentrok Antarwarga di Jl Abubakar Lambogo Kembali Reda Setelah Beberapa Hari Bertikai, Polisi Perketat Penjagaan

suasana kawasan abubakar Lambogo kondusif setelah didera bentrok berkali-kali sejak selasa kemarin. Aparat masih bersiaga disejumlah titik

NETSULSEL | Makassar, Situasi di kawasan Jalan Abubakar Lambogo (Ablam) berangsur kondusif setelah sempat mencekam beberapa hari akibat bentrokan antarwarga pecah beberapa hari sejak hari Selasa (13/10) Hingga Jumat menjelang siang tadi (16/10). Aparat kepolisian gabungan dibantua sejumlah tokoh masyarakat dan aparat kecamatan tampak masih bersiaga di lokasi untuk mencegah potensi bentrokan susulan.

​Berdasarkan pantauan di lapangan pasaca bentrok terakhir subuh tadi pukul 05.30 pagi buta, kawasan yang semula mencekam dan tegang perlahan mereda dan situasi kembali normal. Tak ada lagi kerumunan warga yang telah membuabarkan diri sebelum sholat jumat belansung. Arus lalu lintas di kawasan tersebut juga mulai berangsur normal. Kendaraan roda dua yang melintasi kawasan bentrokan hingga roda empat yang tak jauh dari lokasi bentrokan sudah melintas dengan tenang tanpa tertahan atau dipaksa memutar mencari jalur alternative..

​Meski proses mediasi dan deklarasi damai kerap dilakukan setiap kali insiden terjadi, perkelahian massal antarwarga ini seolah menjadi lingkaran setan yang terus berulang. Ironisnya, pemicu bentrokan kerap kali berasal dari hal-hal sepele yang dinilai tidak masuk akal, mulai dari suara bising knalpot kendaraan bermotor hingga masalah ketersinggungan personal.

Lurah Barabaraya, Erni Rionita mengakui, bahwa kawasan jalan Abubakar Lambogo merupakan daerah yang selama ini dikenal warganya mudah terpancing tawuran. Menurutnya jika ada pemicu meski dengan alasan sepele maka pecahlah tawuran diantara mereka atau terkadang ada juga warga dari kawasan diluar abubakar Lamogo yang datang menyerang.

“Khusus Ablam ini, Berkelahinya dari hari Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat, yang selalu dipicu dengan masalah kecil seperti ketersinggungan yang memancing keributan dan menimbulkan perkelahian massal. Yang kami kahwatirkan dan cegah saat ini adalah bentrokan tersebut tidak meluas kekelurahan tetangga. Karena Ablam ini adalah kawasan perbatasan yang menghubungkan barabaraya utara, barabaraya selatan dan mardekayya” kata Erni Rionita.

​Untuk meredam situasi agar tidak semakin memanas, puluhan personel kepolisian dikerahkan dan disiagakan di sejumlah titik rawan. Aparat berjaga ketat di persimpangan jalan serta gang-gang pemukiman warga.

​Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama para tokoh masyarakat setempat terus berupaya meredam ketegangan. Aparat juga mengimbau warga agar menahan diri dan tidak mudah terpancing oleh provokasi, serta menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang sengaja memicu keributan. (sul)